editor [Alawy Ali Imran Muhammad] ; ilustrator [Humaira Liatussoliha]

Join to our blog

Senin, 01 Maret 2010

Permulaan hijrah

¤ 1 Hijriah/623 Masehi
@ dan ketika Rosul telah yakin dan percaya serta memastikan keislaman seluruh penduduk kota yastrib,beliau segera memerintah seluruh sahabatnya untuk bermigrasi hijrah menuju yatsrib. Kota yang akan menjamin ketenangan ibadah mereka serta kota yang tepat untuk menyebarkan dakwah islamiyah. Maka mulailah satu persatu seluruh sahabat Nabi berangkat hijrah, hanya saja usaha ini tidak mudah begitu saja. Orang-orang kafir quraisy menghalangi dengan gigih usaha hijrah para sahabat Nabi,sebab mereka juga sadar akan bahaya yang mengancam mereka di kemudian hari. Sampai-sampai para sahabat itu rela meninggalkan seluruh hartanya,melepaskan keluarganya agar bisa hijrah di jalan Allah.

@ hanya dalam tempo dua bulan usai sumpah setia aqobah II, tak tersisa satupun orang Islam di mekkah,kecuali mereka-mereka yang tertahan sebab disekap keluarga atau tuannya,dan mereka yang belum mendapat izin hijrah dari Nabi,semisal Abu Bakar dan Ali bin Abi Tholib.

@ hampir seluruh sahabat Nabi berhijrah dengan cara sembunyi-sembunyi,keluar pada malam hari atau saat orang-orang musyrik mekkah itu lagi lengah terlena oleh kesibukan duniawi mereka. Hanya sedikit yang hijrah terang-terangan,di antaranya umar bin khottob. Dia berangkat terang-terangan melewati segerombolan pemuka quraisy yang sedang berkumpul sembari berteriak, "bagi yang ingin istrinya jadi janda,anaknya jadi yatim,ibunya jadi menangis darah,ayo,ikuti aku,temui aku di belakang gunung itu". Tak satupun dari mereka berani menjawabi Umar.

@ adapun Nabi, beliau masih tetap berada di Mekkah menunggu perintah hijrah,sembari mempersiapkan segala keperluan sekira-kira mendadak diperintah untuk hijrah.

@ para sahabat Nabi yang telah hijrah? Muhajirun? Mereka benar-benar menemukan sebaik-baik tempat dan sebaik-baik penolong,para sahabat Ansor,penduduk yatsrib. Mereka berbagi harta dan rumah untuk saudara-saudaranya yang melarikan diri dari kampung halamannya itu demi mempertahankam akidah dan kenyamanan ibadah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar