editor [Alawy Ali Imran Muhammad] ; ilustrator [Humaira Liatussoliha]

Join to our blog

Sabtu, 07 November 2009

Fijar . . .peperangan pertama dalam hidup beliau

Usia 20 (33 S.H/590M)

@ Pasar legendaris masyarakat arab pada masa itu adalah pasar Ukaz. Pasar akhir tahunan,yang digelar menjelang musim haji. Di pasar ini kerap terjadi perlombaan puisi antar suku-suku arab,dan yang memenangkan lomba,puisinya mendapat kehormatan dengan digantungkan di dinding ka'bah.

@ namun pada suatu terdengar berita, bahwa salah satu orang dari suku Kinanah,membunuh 3 orang dari suku Qeys Ailan. Dan kabar tersebut sampai di Ukaz,yang menyebabkan keributan.

@ ternyata keributan tersebut tidak bisa diredakan,malah berkobar jadi pertempuran,antar suku Kinanah yang bergabung dengan Quraisy,menghadapi suku Qeys Ailan. Seluruh paman Nabi terjun dalam pertempuran tersebut, Nabi juga turut serta dengan menyiapkan dan memasok anak panah buat paman-pamannya. Beliau sendiri bertempur dengan penuh keberanian dan keprawiraan. Tak ada yang menang dalam pertempuran ini,karena para tetua suku-suku yang bertikai itu segera berunding dan mengadakan pertemuan mencari jalan damai.

@ perang ini terkenal dengan nama, Perang Fijar, disebut demikian karena perang ini terjadi di bulan Dzul Qo'dah,bulan yang terlarang untuk bertempur,pelanggaran terhadap kehormatan sebuah bulan.

PERJANJIAN FUDHUL

@ Usai perang Fijar,terjadi kasus lagi. Ada seseorang dari wilayah Zabid,Yaman,datang ke Mekkah sembari membawa barang dagangan, barang tersebut dibeli oleh salah 1 pemuka Mekkah. Namun uang pembayaran tidak diberikan.

@ merasa terdzalimi,orang tersebut naik ke gunung Abi Qubais di samping masjidil haram dan berteriak keras minta pertolongan atas kedzaliman itu.

@ segera pemuka-pemuka Quraisy berkumpul di rumah Abdulloh bin jud'an membahas hal itu,dan Nabi muhammad muda,turut serta dalam rapat itu,yang akhirnya memutuskan untuk memaksa tokoh yang tidak menahan uang pembayaran tadi agar mengembalikan hak orang yaman itu.

@ rapat ini terkenal dengan nama 'Hilful Fudhul'. Saat telah jadi Nabi,beliau bersabda : aku telah menyaksikan di rumah Abdulloh bin jud'an sebuah rapat yang lebih aku sukai dari onta yang paling istimewa sekalipun. Andai saat ini aku diundang lagi menghadiri rapat seperti itu,pasti aku datang.

1 komentar:

  1. syukran,,kerana telah membatu ana mencari risalah yang berharga ini dengan lengkap sekali

    BalasHapus